Malang, 21 November 2025 – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan rutin FORSIASA (Forum Silaturrahmi Akademisi Saintek), yang pada bulan November ini Prodi Matematika mendapat giliran untuk sharing pada forum tersebut. Pada kesempatan ini Prodi Matematika mengangkat tema yang inspiratif, yaitu “Belajar Optimasi dari Alam: dari Efisiensi Ruang Bunga Matahari hingga Kecerdasan Koloni Semut.”
Kegiatan yang berlangsung meriah pada hari Jumat, 21 November 2025 ini bertujuan untuk menjembatani antara disiplin ilmu sains, khususnya konsep optimasi di Matematika, dengan nilai-nilai filosofis dan keislaman.
Mengupas Tuntas Optimasi Ruang dan Waktu
Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli yang membahas integrasi antara sains dan agama dalam konteks optimasi:
1. M. Nafie Jauhari, M.Si: Efisiensi Ruang dan Waktu
Bapak M. Nafie Jauhari, M.Si, dari Program Studi Matematika, mengupas tuntas bagaimana hukum-hukum alam mencerminkan prinsip optimasi yang juga dipelajari dalam matematika.
Beliau mencontohkan kasus efisiensi ruang pada susunan biji bunga matahari (spiral Golden Ratio) dan kecerdasan koloni semut dalam menemukan rute terpendek (Ant Colony Optimization). Prinsip-prinsip ini menunjukkan bahwa alam telah dirancang secara optimal oleh Sang Pencipta.
“Setiap partikel di alam, dari susunan biji bunga matahari hingga jalur semut, adalah manifestasi dari solusi optimal. Dalam konteks matematika, ini adalah upaya memaksimumkan fungsi tujuan dengan sumber daya terbatas. Semua ini selaras dengan konsep optimasi waktu dan sumber daya yang dianjurkan dalam Islam,” ujar Bapak Nafie.
2. Erna Herawati, M.Pd: Dimensi Keislaman dalam Optimasi
Sesi dilanjutkan oleh Ibu Erna Herawati, M.Pd, yang mengintegrasikan konsep optimasi ruang dan waktu dengan nilai-nilai keislaman. Ibu Erna menyoroti bagaimana konsep efisiensi dan optimasi dalam sains harus diterjemahkan menjadi etika dan tujuan hidup yang optimal bagi seorang Muslim.
“Optimasi tidak hanya soal menghitung laba atau jarak terpendek. Sebagai akademisi sains dan teknologi, optimasi tertinggi kita adalah mengoptimalkan ibadah dan peran kita sebagai khalifah fil ardh, sejalan dengan prinsip ihsan dan memaksimalkan setiap detik yang diberikan Allah SWT,” jelasnya.
Kegiatan FORSIASA ini berhasil menciptakan ruang diskusi yang segar, membuktikan bahwa sains, khususnya Matematika, tidak terpisah dari nilai-nilai spiritualitas. Peserta yang terdiri dari dosen dan tendik FST merasa termotivasi untuk tidak hanya mencari solusi matematis terbaik, tetapi juga mengaitkannya dengan tujuan yang lebih besar dalam kehidupan. Acara ini semakin meriah karena adanya doorprize yang dibagikan kepada peserta.
Melalui kegiatan ini, FST UIN Malang terus berkomitmen untuk memperkuat integrasi keilmuan antara sains dan nilai keislaman.





