Malang, 26 Mei 2026 – Program Studi Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan agenda akademik berupa Kuliah Tamu bertajuk “Publish or Perish? Strategi Efektif Literature Review dan Scientific Writing untuk Mahasiswa”. Acara ini dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 dengan tujuan memotivasi serta membekali mahasiswa matematika dalam menghadapi tantangan penulisan skripsi dan publikasi ilmiah di era digital.
Kegiatan ini diadakan di Ruang Auditorium Utara, Gedung BJ. Habibie, Fakultas Sains dan Teknologi yang dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang, Prof. Dr. Evika Sandi Savitri. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dan ketelitian ilmiah di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Kuliah tamu kali ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. Yeva Fadhilah Ashari, M.Si, dosen dari Departemen Informatika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dipandu oleh Dr. Heni Widayani, M.Si selaku moderator, pemaparan materi disajikan secara interaktif menggunakan pengantar bilingual (Inggris dan Indonesia).
Dalam pemaparannya, Dr. Yeva mengutip pesan mendalam dari ilmuwan muslim legendaris Al-Hasan Ibn al-Haytham: “Jika menemukan kebenaran adalah tujuan ilmuwan, maka ia harus menjadi musuh dari semua yang ia baca.” Kutipan ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa agar selalu mengedepankan sikap kritis dan tidak menelan mentah-mentah informasi riset begitu saja.
Integrasi Matematika, AI, dan Manajemen Literatur
Ruang lingkup pembahasan difokuskan pada penelitian bidang Matematika—khususnya matematika murni—serta strategi penulisan skripsi. Beberapa poin krusial yang dibedah sepanjang acara meliputi:
- Fondasi Matematika dalam AI: Narasumber memaparkan peta perkembangan AI, Machine Learning (ML), Neural Network, hingga era Generative AI (GenAI) saat ini. Terungkap jelas bahwa kemajuan AI modern berdiri kokoh di atas fondasi ilmu matematika, seperti aljabar linear, kalkulus optimisasi, probabilitas, statistika, teori graf, dan kombinatorika.
- Seni Melakukan Literature Review: Mahasiswa diajarkan langkah-langkah sistematis How to Conduct a Literature Review, mulai dari mendefinisikan topik bersama dosen pembimbing, mencari artikel top-tier di database bereputasi (Scopus, Google Scholar, Web of Science, arXiv), hingga membaca paper secara strategis. Dr. Yeva mengingatkan bahwa membaca artikel matematika sangat berbeda dari membaca fiksi; setiap definisi, asumsi, teorema, konvers, dan struktur pembuktian harus dibedah dengan teliti menggunakan pensil dan kertas.
- Pemanfaatan Tools Digital & Reference Manager: Pengenalan penggunaan platform berbasis AI untuk eksplorasi awal seperti Scopus AI, Elicit, dan NotebookLM, serta pengelolaan sitasi otomatis menggunakan Mendeley dan Zotero agar proses penulisan karya ilmiah berjalan rapi dan efisien.
Risiko Penggunaan GenAI dan Etika Penelitian
Meskipun teknologi sangat membantu, Dr. Yeva memberikan peringatan keras (warning) mengenai fenomena “halusinasi” pada Generative AI (seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini) yang kerap menghasilkan informasi keliru namun terdengar meyakinkan. Di antara risiko nyata yang ditunjukkan adalah adanya referensi atau sitasi palsu (fake citation), pergeseran definisi matematis, lompatan logika pembuktian yang tidak valid, hingga risiko kebocoran privasi data penelitian yang belum dipublikasikan.
Di akhir sesi, materi ditutup dengan penekanan pada Integritas Akademik dan Etika Penelitian Ilmiah yang merujuk pada Permendikbudristek No. 39 Tahun 2021 serta standar internasional COPE (Committee on Publication Ethics). Mahasiswa diingatkan kembali mengenai 6 jenis pelanggaran berat (research misconduct):
- Fabrikasi (data fiktif).
- Falsifikasi (perekayasaan data).
- Plagiat (termasuk self-plagiarism).
- Kepengarangan yang tidak sah (unauthorized authorship).
- Konflik kepentingan.
- Pengajuan jamak (duplicate submission).
Penting dicatat bahwa AI tidak boleh dicantumkan sebagai author karena AI tidak bisa dimintai pertanggungjawaban hukum maupun akademik. Jika mahasiswa menggunakan GenAI dalam membantu penulisan, hal tersebut wajib dinyatakan secara transparan pada bagian Disclosure sesuai regulasi jurnal ilmiah (seperti kebijakan Elsevier atau Springer Nature). Pelanggaran terhadap komitmen moral ini dapat berakibat fatal pada sanksi administratif berat, mulai dari pembatalan nilai hingga pembatalan ijazah mahasiswa.
Melalui kuliah tamu ini, Program Studi Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap para mahasiswa tingkat akhir dapat lulus dengan menghasilkan karya-karya ilmiah bermutu tinggi, kaya akan literatur objektif, dan sepenuhnya bersih dari pelanggaran etika akademik.





