Bukan Cuma Jago Hitung, Ini Rahasia Mahasiswa Matematika Bisa Sukses di Dunia Kerja!
MALANG – Selama ini, jurusan Matematika sering dianggap hanya berkutat dengan angka dan rumus yang rumit. Namun, dalam seminar terbaru di UIN Maulana Malik Ibrahim, Puji Andayani, Direktur Kemahasiswaan UISI, mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan karir lulusan Matematika justru terletak pada dua aspek yang sering diabaikan: Komunikasi dan Kepercayaan Diri.“Matematika bukan hanya soal menyelesaikan persamaan. Di dunia profesional, seorang matematikawan harus mampu menjembatani data yang rumit agar bisa dipahami oleh orang awam.”
Puji Andayani menekankan empat alasan mengapa komunikasi sangat krusial:
- Menjelaskan model teknis kepada manajer non-teknis.
- Menulis riset dan mempresentasikannya di konferensi.
- Melakukan pitching proyek kepada pemangku kepentingan (stakeholders).
- Mengajar dan membimbing rekan kerja atau mahasiswa.
“Banyak profesional sukses bukan karena mereka yang paling pintar, tetapi karena mereka berkomunikasi dengan paling jelas,” jelas Puji dalam materinya. (p. 3)
Melawan Rasa Tidak Percaya Diri
Seringkali, mahasiswa Matematika terjebak dalam Impostor Syndrome atau rasa takut berlebihan dalam membuat kesalahan. Untuk mengatasinya, Puji membagikan strategi membangun kepercayaan diri melalui prinsip: Confidence = Preparation × Practice.
Beberapa tips praktis yang bisa diterapkan antara lain:
- Gunakan Growth Mindset: Ubah pola pikir dari “saya tidak berbakat” menjadi “saya belum bisa, tapi saya bisa belajar”.
- Kuasai Bahasa Tubuh: Berdiri tegak, jaga kontak mata, dan bicara dengan tenang.
- Ciptakan Micro-Wins: Mulailah dari langkah kecil, seperti berani bertanya di kelas atau menawarkan diri menjadi pemimpin diskusi singkat. (p. 10)
Matematika di Masa Depan: Logika Saja Tidak Cukup
Merujuk pada riset World Economic Forum 2025, keterampilan seperti berpikir analitis, empati, dan mendengarkan aktif akan menjadi kunci di tahun 2030. Tokoh populer seperti Jerome Polin menjadi bukti nyata bagaimana latar belakang matematika yang kuat, jika digabungkan dengan kemampuan komunikasi yang hebat, dapat menciptakan dampak yang luas. (p. 11)
Sebagai penutup, Puji Andayani memberikan pesan kuat bagi para mahasiswa:
“Matematika memberi Anda logika. Komunikasi memberi Anda pengaruh. Kepercayaan diri memberi Anda dampak.” (p. 13)





