Malang, 10 Agustus 2026 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Dakwah Kreatif yang mengusung tema besar penguatan Islam Wasatiyah di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar untuk membekali kader dakwah agar cakap digital, salah satunya menghadirkan Angga Dwi Mulyanto, M.Si., dosen Program Studi Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dalam sesi materinya, Angga memaparkan topik krusial mengenai pemanfaatan teknologi cerdas serta pentingnya literasi digital dalam membentengi ruang publik dari disinformasi. Sebagai akademisi yang menggeluti bidang komputasi dan analisis data, Angga memperkenalkan sebuah inovasi sistem atau aplikasi yang dirancang khusus untuk membantu menyaring konten negatif di dunia maya, yang kerap disebut sebagai “Detektif AI”.
Aplikasi pintar yang diperkenalkan oleh Angga ini dirancang menggunakan 26 aturan pola bahasa, yang di dalamnya mencakup indikator pendeteksian hoaks serta indikator narasi radikal. Melalui pendekatan sistem cerdas tersebut, para peserta diajak memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk melakukan deteksi dini terhadap penyebaran informasi palsu maupun paham radikal yang kerap menyasar ruang digital umat Islam.
Selain memperkenalkan sistem penyaring konten, sesi materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya menempatkan kecerdasan buatan sebagai instrumen pendukung kerja-kerja dakwah modern. Peserta diajak untuk melakukan praktik langsung dengan berbagai platform AI agar tidak hanya memahami konsep teoretisnya saja, tetapi juga memiliki pengalaman teknis dalam mengoperasikannya.
Kendati demikian, Angga menegaskan bahwa kemajuan teknologi AI harus tetap dikendalikan dengan fondasi ilmu pengetahuan, pemahaman agama yang matang, serta akhlak yang mulia. Melalui pembekalan ini, para kader dakwah di Kota Malang diharapkan mampu merambah dan merebut ruang publik digital secara lebih kreatif, produktif, serta konsisten dalam menjaga karakteristik Islam yang moderat (wasatiyah), toleran, damai, serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.





